Pengakuan 2

2485 Kata

"Woy lama banget sih bikin sirup aja! Tenggorokan gue kering nih?!" Suara kurang ajar itu berasal dari kerongkongan Dani yang berteriak keras-keras dari lantai dua. Rahang Rezha langsung mengeras dengan tangan yang menggenggam nampan sepenuh tenaga. Ia menghirup napas dalam-dalam dan menguatkan hati dengan berikhtiar. "Sabar kan hati. Jangan kau bersedih. Sabarkan hati, cahaya ilahi," lantun Rezha dengan bernyanyi lembut, walaupun hatinya saat ini teramat gondok. Lisa membuka kamarnya karena terganggu dengan suara berisik dari kamar seberang. Bersamaan dengan Rezha yang telah sampai di depan kamarnya dengan membawa nampan berisi sirup marjan rasa pandan. Lisa tanpa basa-basi langsung mengambil satu gelas sirup, kemudian meneguknya hingga tandas. "Thanks." Gadis itu berucap singkat, kemud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN