Kisah Sari

2792 Kata

Pukul sebelas lewat dua menit. Kamar bernuansa serba putih milik kediaman Raja Monyet kini berubah menjadi sebuah tempat kemping dadakan. Puluhan jajanan ringan dan minuman kaleng bersoda tertata rapi di atas lantai berbalut karpet halus bewarna biru muda, dengan corak gambar ikan nemo beradu tinju dengan ikan dori. Rezha kini berbaring di atas lantai tanpa karpet dengan napas yang ngos-ngosan, merasakan keringat yang meluncur dengan deras. Butuh waktu satu setengah jam untuknya membersihkan kamarnya sendiri. Ditambah dengan matahari yang sedang terik-teriknya, membuat ia berkali-kali menelan ludah untuk melicinkan tenggorokan yang mengering. Seakan AC di kamarnya tidak berfungsi sama sekali. Kulit wajahnya memerah. Hari ini sepertinya dia tidak perlu repot-repot untuk berolahraga. Energ

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN