Rezha dan Lisa kini berada di sebuah pusat perbelanjaan yang lumayan jauh dari rumah. Laki-laki itu terus uring-uringan dan merutuki nasibnya sendiri, seperti menyesali telah bersikukuh mengajak Lisa jalan bersamanya. Situasinya sangat tidak sesuai dengan ekspetasi tinggi agar tidak terlihat jomlo mengenaskan di mata orang-orang. Darahnya dibuat mendidih berkali-kali saat dirinya benar-benar dipaksa ekstra sabar untuk membelikan apapun yang adiknya mau. Bahkan, tujuan awal datang ke pusat perbelanjaan untuk membeli bahan makan untuk kelima kawan seperjuangan harus tersisihkan oleh keinginan Lisa yang semakin menjadi-jadi dan tidak tahu diri. "Lo mau rasa apa?" tanya Rezha malas. Kini keduanya tengah mengantre untuk membeli es krim saat gadis itu merengek menyebalkan ingin menjilat makana

