Lisa dan Salsa berjalan beriringan menuju parkiran sekolah. Cuaca hari ini terlihat mendung dengan awan hitam yang berarak pelan di cakrawala. Salsa terlihat mendengus, pasalnya ia lupa membawa jas hujan. Namun, sepasang mata gadis itu kini tampak sedikit memicing untuk memperjelas pengelihatannya. "Lis, itu kakak lo nungguin,” kata Salsa dengan menunjuk Rezha yang bertengger di atas motor sembari menyilangkan tangan di depan dadaa. Lisa menoleh ke arah tangan Salsa. Dan benar saja, Rezha sudah berada di sana dengan tatapan datar seperti biasanya. "Bodo amat! Gue gak peduli!" Lisa segera mengalihkan perhatiannya menuju motor Salsa yang terparkir tidak terlalu jauh dari motor Rezha. "Gue itung sampai tiga. Kalau lo gak ikut gue, siap-siap ngemper di depan rumah sampai besok!" ancam Rez

