Lima bulan telah berlalu. Anak-anak kelas dua belas telah usai berperang dalam mengerjakan tugas akhir berupa ujian nasional. Acara perpisahan yang menguras emosi juga usai terlaksana. Rezha bahkan telah mengikuti tes online di kampus impiannya. Hasilnya begitu menakjubkan. Anak itu diterima dengan beasiswa penuh. Tangis haru serta ucapan selamat dari keluarga dan sahabat dekat tak luput mereka sambutkan. Seorang laki-laki berusia delapan belas tahun, dengan jumper putih tulang yang membungkus tubuh bagian tasnya itu tampak berjalan tegap menantang. Sebelah tangannya sibuk menyeret koper berukuran besar. Langkahnya kian berderap dengan seulas senyum tipis di bibirnya. Kepalanya kini tertutupi kupluk hoodie seakan menyembunyikan tatanan rambut yang sedikit berantakan. Kesannya semakin angk

