Kecelakaan

1931 Kata

Sore manis dengan gerimis tipis. Beberapa siswa nekat menerobos hujan. karena bel berakhirnya sekolah telah menggelegar lima menit yang lalu. Lisa duduk bersandar pada dinding luar kelasnya. Matanya tak lepas dari ponsel yang berada di genggamannya. Sudah berpuluh pesan ia kirim pada Rezha, namun anak itu seakan mengabaikan semua pesan darinya. Gadis itu mendengus sebal. Walaupun hujan terlihat tipis, tetapi jika ia nekat menerobos sekarang, tubuhnya pasti basah kuyup hanya sampai menuju gerbang. Tidak, Lisa tidak mau basah-basahan untuk kedua kalinya. Pandangan Lisa melorot melihat pakaian yang melekat pada tubuhnya. Seketika itu, kekeksalannya seolah sirna. Lisa mengarahkan hidungnya untuk menghisap dalam aroma parfum maskulin yang menempel pada baju olahraga itu. Rasanya damai sekali.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN