Jam menunjukkan pukul dua belas kurang dan sebentar lagi jam makan siang tapi Adrian masih sibuk berkutat dengan kertas-kertas dan laptop yang ada didepannya. Apalagi seharian ini Adelle tidak ada menghubunginya, Adrian menjadi agak sedikit khawatir sekarang terhadap Adelle. Tokk.. Tokk.. Tokk.. Pintu ruangan terbuka dan muncul lah Shila yang mengenakan blazer ketat berwana hitam sambil membawa setumpukkan berkas ditangannya untuk Adrian tanda tangani. "Permisi Pak, ini ada berkas yang harus Bapak tanda tangani." ujar Shila. Ia sedikit kesusahan saat berjalan karena pandangannya sedikit terhalang oleh berkas-berkas itu. Adrian menghampiri Shila untuk membantu dan mengambil berkas itu. Namun pada saat Shila berjalan, tiba-tiba saja ia terjatuh dan dengan refleks Adrian membantunya namu

