"Sayang aku berangkat dulu ya." "Iya. Hati-hati." Adrian mengangguk lalu mengecup kening Adelle, kemudian turun ke perut untuk berpamitan dengan anaknya. "Sayangnya Ayah, Ayah berangkat dulu ya. Baik-baik didalam sana, jangan bikin Bundamu repot ya." ucapnya pada anaknya. Satu tendangan terasa. "Iya. Anak Ayah emang pintar." lalu Adrian mencium lembut perut buncit Adelle. "Kalo mau kemana-mana sama supir yah, jangan sendiri." "Iya Ayah." Adrian tersenyum. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Adelle melambaikan tangannya saat mobil Adrian keluar dari pekarangan rumahnya. Kemudian Adelle masuk dan langsung berkutat dengan kertas dan pensilnya. Ia mulai membuat desain-desain baju dengan berbagai usia dan berbagai model. Rencananya Adelle ingin membuka butik. Dan sudah lebih dari 40

