Aku pergi bekerja seperti biasa. Syukurnya tangisku tak banyak sehingga tak berbekas bengkak. Setelah menelusuri cukup banyak artikel melalui internet, beberapa saran dan solusi kutemukan. Sebagiannya cukup mudah dilakukan, aku cukup yakin tak akan hamil. Aku terus membuka situs dari satu ke lainnya, menangkap gambar layar informasi yang kubutuhkan, kemudian pop up pesan muncul dari Al. Dia Al. Qi, aku beneran minta maaf. Maafin ya, Honey. Ingin rasanya melempar ponsel, tapi yang salah bukan ponselku melainkan pengirim pesan itu. Bisa-bisanya dia malah lepas begitu saja di dalam?! Padahal dia sendiri pernah bilang kalo El itu bodoh karena begitu! Aku menabrak seseorang, tak sengaja karena fokus membaca isi ponsel. "Maaf," ucapku. Dia tersenyum. Bajing-an lainnya muncul dihadapkank

