Prankkkk

1253 Kata

Jantungku berdebar. Ingatan bagaimana pakaian basah terlucuti satu persatu dari tubuhku terngiang lagi. Tengkuk El di depanku, rasanya mirip malam itu. Hanya saja waktu itu ... El menyerahkan handuk bekas mengelap tengkuknya kepadaku. “Qi ...” “Hah?!” sahutku tersentak. El tersenyum. “Apa?!” tanyaku tak suka. El menunjuk lobby dengan dagunya. “Keluarga barumu.” Aku merengut. “El, kita gak bakalan jadi pasangan lagi. Kubur dalam-dalam harapan itu.” “Kamu gak tau, Qiya. Takdir kita unik dan tak biasa,” balasnya santai sekali. Kami masuk dan memang benar banyak anggota keluarganya menunggu di lobby mewah hotel itu. Sekitar delapan orang menyambut kami dengan senyuman lebar dan mirip satu sama lainnya dengan El. “Ini ya? Siapa namanya ... Qiya!” sapa perempuan tak berjilbab yang ku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN