Balas Budi 2

1099 Kata

Al bangkit dari kursinya dan bertekan pinggang setelah mengintip jendela. Tatapannya jelas menuduhku. Aku ikut mendekatinya dan menemukan El yang masih bertengger di atas motor menyala. Ponselku berdering, nomor tak dikenal. Kurasa itu pasti El. Dia cocok disebut pejuang cinta. "Kamu memang minta jemput sama dia?" tuduh Al tak suka. "Enggak. Ngapain!" "Terus kamu ngasih tau dia alamat ini. Ya kan?" selidiknya masih tak percaya. "Aku gak ngasih tau siapa-siapa, Al!" balasku apa adanya, tapi kesal juga dituduh sembarangan begini. "Terus kalo bukan kamu, gimana dia bisa tau?" Aku bergidik bahu. "Ya udahlah, mau gimana lagi. Yuk, berangkat." Al menelaahku, "Kamu beneran, bukan yang ngasih tau dia?" "Bukan, Al!" "Oh." Al kemudian merapikan dirinya dan memakai sepatu pula. Aku dan Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN