Pagi yang cerah dikota Surabaya. Anindiya masih belum bangun dari tidurnya. Badannya terasa sakit semua dan tadi malam dia tidak bisa tidur. Karena perutnya sudah mulai sering kencang. Damian dengan telaten mengusap punggung Anindiya. Dia pun ikut tidak tidur. Damian menatap istrinya yang masih tidur. Dia dengan sengaja tidak membangunkannya. Semenjak kehamilannya memasuki sembilan bulan, Anindiya sangat susah untuk tidur. “Sehat-sehat, Sayang bersama anak kita. Aku ingin melihat kalian berdua tetap sehat. Kamu juga melahirkan dengan selamat. Karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu.” Damian mengusap puncak kepala Anindiya. Selimut tebal masih setia terlilit di tubuh Anindiya. Damian menatap Anindiya dengan senyum terukir di wajahnya. Wajah cantik yang selalu menemani hari-harinya. Buat Dam

