Komandan Rei memasang ekspresi masam. Dia menatap Adonia dengan sedikit mencela. "Aku ada di sana bersama Panglima Sai. Apa kau marah karena kami tidak menolongmu? Kau sekarat." Mata tajam Komandan Rei menatap telapak tangan Adonia yang diperban erat karena peluru sempat bersarang di sana. "Ini sudah lebih baik. Dokter Mei dokter yang hebat." Adonia tersenyum lebar. Membuat Komandan Rei tertegun sejenak dan dia berdeham. "Tidak sakit lagi?" Kepala Adonia menggeleng. "Tidak." "Aku mengerti karena kalian sebagai militer harus menilai situasi sebelum bertindak. Kalian hanya berdua, dan Alterio Edzard bersama anak buahnya. Kalian tidak mungkin gegabah mengambil tindakan." Adonia kembali berbicara. Matanya yang teduh menatap Komandan Rei dengan senyum tipis. "Tapi, apa pun itu terima kasih k

