Trek....! trek.....! trek.....! Suara ketrekan di kaca pun terdengar kembali, suaranya Terdengar sangat jelas, karena keadaan malam yang sudah terasa sunyi ,membuat jantung Heri terasa berdetak lebih cepat. di satu sisi dia merasa takut, namun di sisi lain dia merasa penasaran ingin mengetahui Siapa orang yang iseng itu, sehingga sampai berani mengganggu ketenangannya. "Kurang ajar....! Siapa orangnya yang berani iseng sama aku...!" umpat Heri sambil terus menatap ke arah pintu jendela yang terlihat sangat terang, menunggu Apa yang akan terjadi selanjutnya, namun setelah lama menunggu suara ketrekan itu pun tidak terdengar lagi. Merasa keadaan sudah aman Heri pun mulai membaringkan tubuhnya kembali, sambil menatap langit-langit yang terlihat remang-remang, karena lampu kamar dia mati

