"Kopinya Kanjeng Sunan." tawar Heri sambil manggut memberi hormat. "Terima kasih, tolong belikan saya bubur ayam untuk sarapan." "Baik Kanjeng Sunan, tapi Mana uangnya?" "Sudah saya bilang kemarin, bahwa kamu harus menyiapkan sarapan dengan hasil jerih payahmu sendiri, kalau kamu ingin menjadi murid saya. dan kenapa saya tetap membiarkan kamu mengemis karena agar kamu bisa memiliki uang untuk mencukupi kebutuhan saya, dan menjadi syarat atas ilmu-ilmu yang akan saya turunkan." "Oh begitu baik Kanjeng Sunan, Maaf kalau saya susah mengerti cepat lupa." "Sudah jangan banyak berbicara buruan laksanakan!" jawab Sunan aksara sambil mengambil sebatang rok0k dari bungkusnya tanpa memikirkan kesusahan Heri, Dia pun mulai menyalakan rokok itu. Heri yang mendapat tugas mencari sarapan, di

