Seorang lelaki tengah memasukkan semua barang dan juga dokumen penting untuk ia bawa pulang, ini belum waktu jam kerja berakhir namun Ridwan tampak terburu-buru untuk segera pulang. Hanif rekan satu ruangannya tampak mengeryitkan keningnya melihat tingkah Ridwan, namun dia mengurungkan niatnya untuk bertanya karena akan terkesan bahwa ia mencampuri urusan rekan kerjanya. “Nif! Gue pulang duluan ya!” Ucap Ridwan membuat Hanif hanya mengangguk meski wajah penasarannya masih bersarang disana, ucapan Ridwan rupanya tidak menjawab rasa penasarannya. “Istri gue lahiran!” Ucap Ridwan yang membuat Hanif mengangguk cepat, menampilkan mulutnya yang berbentuk o itu. Ridwan melambaikan tangannya pada Sekar yang tersenyum saja, gadis itu sudah mengetahui kabar terbaru dari Ridwan. Bahkan dia juga

