Suasana stasiun benar-benar ramai dengan para orang yang berlalu lalang saling berpapasan membawa selembar tiket, menenteng sebuah kardus oleh-oleh, menarik koper dan ada juga yang hanya membawa ponsel dan tas mungil. Adelia pergi ke stasiun di antarkan oleh ayah mertuanya karena suaminya belum pulang masih berada di Yogyakarta. Adelia mendengar kabar dari kakaknya bahwa Fariza, kakak iparnya melahirkan kemarin malam. Tentunya, Adelia sangat bahagia menerima kabar itu tandanya ia mempunyai momongan baru. Ridwan mungkin sudah mengetahuinya, tetapi karena posisinya masih di Yogyakarta yang akan pulang nanti sore, itupun karena tugas kantor ia tidak bisa mengantar istrinya pulang ke Jakarta. “Udah lama banget ayah nggak naik kereta!” Celetuk Rokhim yang sejak tadi diam, menikmati pemandan

