Adelia banyak diam, tidak seperti dulu lagi. Kejadian yang banyak terjadi kemarin benar-benar mengubah pribadi Adelia dihadapan Ridwan. Perempuan itu menjalankan semua kewajibannya seperti biasanya tidak ada yang berubah. Hanya saja tidak ada kata yang keluar jika tidak mendesak, tidak lagi memperlihatkan perasaannya pada Ridwan secara terbuka. Adelia sengaja menyimpannya rapat-rapat, ia tetap menantikan suatu hari Ridwan memberikan sebuah surat dari pengadilan agama. Apa yang difikirkan Adelia sebenarnya? Ia hanya tidak mau menjadi benalu dalam hidup orang dan juga ia ingin berdiri di kakinya sendiri. “Del! “ Panggil Ridwan menggaruk tengkuk belakang karena ia merasa canggung, istrinya terus bersikap dingin. Ridwan juga merasa bersalah kepadanya, sampai sekarangpun Ridwan tak juga men

