Flashback Dari balik tirai kamar ku kami menatap gadis manis berambut panjang di kuncir kuda berponi, kata orang tua ku namanya Hanna dia anak yang dibesarkan di yayasan panti asuhan milik keluarga ku. Aku juga tidak tau dari sekian banyak anak yatim piatu kenapa orang tua ku memilihnya, padahal Mama dari dulu ingin sekali mengadopsi salah satu anak perempuan yang ada di panti, tapi Papah selalu melarangnya dengan alasan kami berdua sudahlah cukup. Dan ternyata kemarin dia berubah pikiran, Papah mau menyetujui permintaan mama untuk mengadopsi seorang anak perempuan. Siapapun orangnya aku mencoba berfikir positive bahwa semua itu adalah merupakan takdir dari Allah Taala untuk keluarga kita, berharap kehadirannya bisa membawa keberadaan kebahagiaan dalam keluarga ku. Kami mulai menuruni

