bc

Cinta Terlarang CEO dan Sang Adik

book_age12+
173
IKUTI
3.4K
BACA
HE
boss
blue collar
bxg
brilliant
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Hana Namira Putri gadis yang tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya dia dibesarkan panti asuhan sejak masih kecil, dan saat usianya menginjak 8 tahun Hana diadopsi oleh keluarga Lukman salah satu donatur dan pendiri panti asuhan tersebut.

Hana di terima dengan baik oleh keluarga besar Lukman, dia sangat di sayangi oleh kedua Kakak angkatnya yaitu Galan dan Gilang.

Hingga suatu hari sebuah rahasia terkuak tentang asal usul gadis tersebut dan pengakuan perasaan cinta Galan hingga menimbulkan konflik di dalam keluarga Lukman.

Mampukah Hana bertahan dalam keluaraga itu, memilih pergi, menghilang dan mengorbankan cintanya demi keutuhan keluarganya Lukman.

chap-preview
Pratinjau gratis
Yatim Piatu
Hari Minggu yang cerah ini, Santi mengajak suaminya Tuan Sanjaya untuk berbagi dengan panti sosial yang sudah biasa mereka kunjungi di kota tersebut. Keluarga Sanjaya juga merupakan donatur dari panti tersebut disana memang banyak menampung orang tua jompo, anak-anak terlantar yang begitu saja di tinggalkan oleh kedua orang tua mereka dijalan, dan anak Yatim Piatu baik itu yang di titipkan oleh sanak saudaranya di sini atau pun sengaja di tinggalkan di depan pintu panti tersebut. "Alhamdulillah terima kasih, atas bantuan bapak dan Ibu Sanjaya semoga rezeki selalu di limpahkan, dilipat gandakan dan bahagia selalu untuk keluarga kalian." ucap seorang wanita berjilbab dengan berwajah ramah itu. "Aamiin... sama-sama Bu Panti." balas wanita anggun dan cantik yang tak lain Nyonya Sanjaya. "Ini minumnya Pak, Bu." seorang gadis kecil datang membawa nampan yang diatasnya terdapat dua gelas cangkir berisi teh hangat dengan tangan gemetar. "Terima kasih Hana." Ibu Panti membalas dengan seulas senyuman. "Tunggu siapa namanya tadi?." Nyonya Sanjaya menanyakan nama anak tersebut. "Namanya Hana Bu." Ibu Panti yang menjawab, sementara hanya hanya menunduk takut. "Kok saya baru melihatnya, kamu baru nak disini?." Tanya Nyonya Sanjaya kembali. Hana yang ditanya langsung mendekati Ibu Panti dan mengumpat di balik gamisnya. "Iya Hana baru seminggu, tinggal di panti ini Bu." Hana yang mendengar pertanyaan itu ikut diam tanpa bicara apapun, sesekali matanya melirik ke arah Ibu Santi. "Halo saya Ibu Santi, kamu cantik sekali nak semoga betah yah di panti." Santi mulai berinteraksi dengan Hana, tapi yang diajak bicara hanya diam. "Hana Ibu sedang bicara sama Hana, Ibu Santi dan Pak Sanjaya yang punya panti ini, Hana boleh kembali belajar sekarang." ucap Bu Panti mengelus kepala anak itu lalu mempersilahkan Hana untuk pergi. "Terima kasih Bu, Hana kedalam dulu." dengan senyum memaksa gadis cantik itu berlalu. Setelah Hana pergi, Bu Panti lantas menceritakan masa lalu Hana bagaimana dia datang, diantar oleh seorang wanita muda yang sangat cantik dan tidak menunjukan dia orang tidak mampu sama sekali. Lalu beberapa hari kemudian orang datang untuk mengantarkan sepucuk surat dan beberapa pakaian layak pakai miliknya Hana kepada kami." "Lalu di mana Ibu nya itu?." Tanya bu Santi penasaran. "Saat surat itu datang, Ibunya sudah meninggal dunia." ucap Ibu Panti tak kuasa menahan air matanya. "Innalilahi wa innailaihi rojiun, Saya ikut berduka Bu, sungguh malang anak itu." Ucap Ibu Santi, hatinya ikut sakit mendengar cerita Ibu Panti begitupun Pak Sanjaya, bagaimana jika itu menimpa anaknya, apalagi dia seorang anak perempuan. "Andai saya tau lebih awal, mungkin saya akan membawa Hana melihat Ibu nya untuk terakhir kalinya." Tukas Ibu Panti, raut wajahnya memperlihatkan penyesalan yang mendalam. "Anak itu menjadi pemurung, awal-awal selalu menangis jika ingat Ibunya. Tapi pelan-pelan kami memberitahunya kalau Ibunya sudah di surga. Tak mudah kami bisa mengajaknya berbicara dan bermain, tapi alhamdulillah atas ijin Alloh Hana kami berangsur-angsur kembali ceria." Lanjut Bu Panti. Setelah beberapa jam mereka disana Tuan dan Nyonya Sanjaya meninggalkan Panti itu, mereka melambaikan tangan ke arah Ibu Panti yang berada di gerbang panti tersebut dan Ada sepasang mata nan cantik mengintip dari balik jendela ruang belajar di panti itu. "Terima kasih dan hati-hati di jalan yah." teriak Ibu Panti sambil menundukkan kepala. Sebenarnya Hana tidak suka dengan orang baru, tapi kehilangan membuatnya merasa sangat terpukul dan tau dia tidak bisa hidup sendiri. Pak Sanjaya dan istri lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. "Pa aku suka dengan Hana." tiba-tiba saja Santi mengeluarkan kata itu dari mulutnya. "Maksud mama, anak kecil yang imut itu." lukman menekan kan perkataannya. "Tuh kan papa juga bilang begitu kan." Santi melihat ekspresi suaminya yang tersenyum senang. Dari awal menikah Lukman memang menginginkan seorang anak perempuan tapi Santi hanya bisa memberikan keturunan dua anak laki-laki yang tampan. "Iya memang kenyataan nya gitu mah, kenapa mama cemburu?." Lukman bertanya. "Ih Papa masa cemburu sama anak kecil. Gini loh Pah, kita kan belum punya anak wanita pah, usia mama juga sudah tidak mungkin lagi bisa hamil, kasian juga dia pah kalau tadi dengar cerita dari Ibu Panti, gimana kalau kita adopsi saja anak cantik itu Pah." tanya Santi dengan bergelayut manja pada lengan suaminya. "Mama yakin, dulu papa ajakin mama nolak." ledek Lukman pada istrinya. "Ngak tau pah aura anak itu buat mama terus kebayang wajahnya." Santi sambil ngangkat kedua bahunya. "Ya sudah besok Papa cari tau dulu latar belakang anak itu yah." Jawab Lukman. "Hem iya Pah." Santi tersenyum. Sampai di gedung tinggi yang berlantai 22 itu, di suatu ruangan yang luas dengan desain mewah tersebut duduklah seorang pria tampan dan berwibawa tak lain adalah Lukman Sanjaya. "Rudi, tolong ke panti dan cari informasi mengenai anak perempuan bernama Hana, aku tunggu secepatnya." Perintah Lukman kepada orang kepercayaannya. "Baik pak, saya akan segera berangkat." jawab Rudi lalu dengan cepat meninggalkan tuannya. Beberapa jam kemudian terdengar suara bel ruangannya berbunyi. Lina wanita yang menjabat sekretarisnya masuk dan menghampirinya. "Maaf pak Rudi mau menghadap." ujar Lina. "Iya Lina suruh dia masuk" perintah Sanjaya kepadanya. "Permisi pak, perintah bapak sudah saya lakukan ini semua informasi yang kami dapat dari seorang yang telah meninggalkan Hana di depan gerbang panti" Rudi mengatakan sedikit informasi tentang Hana. "Baik nanti aku lihat, tinggalkan diatas meja." setelah menyelesaikan tugas kantornya, Lukman mulai membuka map berwarna merah tersebut, namun bukan nya Pria itu lanjut membaca, dia malah menjatuhkan kepalanya pada meja kerja dan menangis. Jadi selama ini May, tinggal di kota tempat aku tinggal juga tapi kenapa dia tidak mencoba mencari ku, dan malah menikah dengan pria lain, selanjutnya aku membuka amplop putih di dalamnya ada foto bayi cantik yang di gendong oleh seorang wanita yang tak kalah cantiknya, mata Lukman membola dan mendekatkan foto itu ke arah netra nya, ada beberapa foto lain saat Hana balita di gandeng oleh seorang laki-laki dan wanita yang pasti itu adalah orang tua dari Hana. Lukman memeluk foto tersebut dengan tangan bergetar. Lalu dia mengambil nafas dan menghembuskan seolah ada yang membuat dadanya sesak, dia mencoba menahan emosinya dan kembali membaca isi dari map tersebut. Ada sebuah tulisan tangan pada secarik kertas putih disana. Namanya Hana Namira Putri, lahir di awal bulan November 6 tahun silam. Aku mohon maaf karena harus meninggalkan gadis cantik ini, karena umurku yang hanya tinggal hitungan hari, aku tidak ingin melihat Hana menangis di depan jasad ku nanti. Sedangkan ayah Hana sudah lebih dulu menghadap yang Kuasa karena Kecelakaan 1 tahun yang lalu. Aku sangat-sangat terpaksa meninggalkan Hana sebatang kara tapi aku pikir mungkin disini Hana akan mendapatkan banyak teman dan kasih sayang yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya agar cepat melupakan kesedihannya nanti. Tolong Jaga dan rawat lah anak malang yang sangat ku sayang. ceritakan lah saat dia dewasa nanti kalau kami orang tuanya sangat menyayanginya. Terima kasih banyak titip salam sayang dan cinta dari ku untuk anak ku Hana Masita

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
70.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook