Loby kantor yah aku kembali ke tempat ini lagi, semua seperti Dejavu dalam sekejap. "Pak Alif, sekali lagi saya mohon untuk tidak membahas masalah ini lagi dengan orang-orang kantor, biarlah ini jadi rahasia kita berdua saja." ucapku. "Harusnya ngak boleh begitu Neng, bagaimana pun itu kejahatan karena dilakukan dengan sengaja dan terencana, si pelaku bisa saja melakukan hal yang sama jika mengalami suatu kesulitan kembali." Pak Alif memang benar tapi jika lihat kondisi Mang Ujang semalam rasanya aku tak tega. "Saya Jamin itu yang pertama dan terakhir untuknya Pak." Kataku meyakini Pak Alif. "Yah, baiklah kalau itu permintaan korban, Saya mau tidak mau harus merahasiakannya." "Terima kasih Pak Alif sudah mau membantu saat malam ini, ini Pak sebagai ongkos bensinnya." "Jangan Mbak,

