"Sini Fan." Dika menarik tangan Ifan dan satu jari telunjuknya menyiratkan untuk diam. "Kenapa tuh Bocah senyum-senyum sendiri" tanya Irfan yang mengintip Galan dari balik pintu pantry yang hanya tertutup sebagian. "Gw rasa temen Lu udah gila!" Dika dan Ifan saling menatap. Mereka membuat suara kecil sebelum membuka pintu. "Bro Kok ada di sini gue pikir lu di ruangannya Pak Handaka." "Gue tiba-tiba haus jadi ke pantry dulu, tunggu-tunggu kok kalian tahu gue ada di sini?" "Tadi Gw ketemu Putri, terus tanya sama dia." "Kalian ketemu Putri?" "Iya tadi papasan waktu keluar dari lift." "Di mana ruangannya tahu nggak?" "Gimana Gue tahu, waktu gue tanya dia langsung jalan buru-buru pasti deh Lu ngerjain dia ya." "Idih sudi amat ngerjain dia." "Udah-udah tujuan kita ke sini, ketemu

