Galan membuka kode password pada pintu apartemen Jessy. Kodenya belum berubah masih tanggal lahir wanita yang sudah 5 tahun ini berada di hatinya. Pintu apartemen pun terbuka, tak tampak ada wanita itu di ruang tamu. Mungkin dia berada di kamar, terdengar suara lirih wanita itu sedang menangis seperti nya. "A-aku harus bagaimana, kamu harus tanggung jawab?" ucapnya pada seseorang di telepon. "Apa dimana aku tau tempat seperti itu, pokoknya kamu kesini sekarang juga aku ngak mau janin ini ada di tubuhku!" Aku masih berdiri di tempat dan mendengarkan Jessy berbicara, ingin ku tampar wajahnya setelah dia bicara seperti itu, bagaimana wanita seperti nya bisa menjadi ibu yang baik untuk calon anak ku kelak. "Kamu mau kemana jo- Jo awas kalau kamu tutup telepon nya" suaranya kini lebih kenca

