Satu minggu pun berlalu, Hana dan Pak handaka masih duduk di meja resepsionis untuk menunggu jawaban atas undangan mereka ke perusahaan Adhi Karya. Pak Handaka sangat yakin bahwa desain kami, akan di terima dengan baik oleh perusahaan tersebut, meski perusahan ini bukan perusahaan besar dan masih tergolong baru, tapi bisa di bilang peluang bisnis PT. Adhi Karya sangat menjanjikan. Karena tak banyak pakaian yang Hana punya, kali ini dia mengenakan celana bahan hitam dan tunik coklat untuk menutupi tubuhnya, tak lupa jilbab orange segiempat yang dia selipkan Bros di pundaknya dan juga kaca mata tebalnya dengan gagang hitam yang tak kalah tebal. "Maaf menunggu lama, Pak Alan tadi sedang meeting dengan beberapa investor." ucap Irfan penasehat pribadi Pak Alan, dia cukup terkejut dengan pena

