Aku turun dari tangga darurat berusaha menenangkan hati dan pikiran ku, Sungguh kata-kata Jessy sangat menusuk hati ku. 'Apakah benar aku tidak akan bahagia dan memiliki keturunan kelak?' sungguh aku sangat takut jika itu menjadi nyata, Ya Alloh lindungilah Hambamu ini. Aku berjalan menuju mobil yang ku parkir di sisi taman, tapi sudut mataku menangkap bayangan seseorang yang belakangan ini sering singgah dalam pikiran ku. 'Putri, sedang apa dia duduk di taman? sepertinya dia sedang menangis' Diam-diam aku mendekati kursi taman diaman Putri duduk. Namun saat aku akan sampai dia beranjak berdiri dan itu membuatku salah tingkah. "Pa-pak Galan?" "Heeii Put, ternyata benar Kamu." sapa ku seelah wajahnya menengadah ke arahku, dan aku sempat melihat dia melipat surat yang tadi sempat di

