Flashback 3 Satu tahun sudah Kak Galan meninggalkan kami, dia masih sering mengontak kami sekeluarga entah bertanya kabar dan memamerkan hal apa yang baru dia temui dan lakukan di sana. Apalagi kalau sudah malam Kak Galan selalu saja mengirim pesan singkat padaku untuk mengganggu tidurku yang isinya tertulis dia merindukanku, mencemaskan ku dan bertanya tentang keseharian ku, apa sajalah pokoknya. Sebenarnya sama aku juga sangat merindukannya tapi apa aku harus jujur padanya. Itu tidaklah mungkin dan aku berjanji akan menghapus rasa ini padanya perlahan-lahan, berharap nanti saat dia pulang rasa ini telah hilang dan aku sudah bersikap sewajarnya. Jadi tidak akan ada rasa tersakiti saat dia memperkenalkan pasangan hidupnya kelak dihadapan kami. "Eh, Na bengong lagi." aku tersadar dari la

