maaf aku suamiku,aku terpaksa membohongimu
" Sri apakah kamu ingin liburan ke kota?" tanya kakak sepupuku.
" Disana aku mau ngapain kak?
aku tidak mau nanti akan merepotkan kamu dan suamimu" jawabku.
" yah dari pada disini kamu tidak melanjutkan sekolah, seperti nya kamu perlu menenangkan pikiran kamu dulu,baru nanti kamu pikirkan mau seperti apa kedepannya".jawabnya dengan pundak terangkat dan dengan kedua tanganya ciri khas orang mengejek.
sebenarnya ada benernya juga omongan kakak sepupuku ini .daripada dirumah terus melanjutkan sekolah ke jenjang SMA pun tak dapat ku lanjutkan karena terhalang ekonomi.
ya keluarga ku memang dari keluarga menengah kebawah ,lebih tepatnya kalangan bawah.
kondisi ibuku pun sedang hamil 8 bulan saat kelulusan sekolah SMP ku, terkadang aku malu jika teman-teman ku mengejekku yg sudah besar akan mempunyai adik lagi.
tidak ada salahnya aku menerima tawaran kakak sepupuku, siapa tau Disana aku bisa melupakan rasa kecewaku kepada orang tua ku yg tidak bisa membiayai ku melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.
seminggu kemudian aku mengunjungi rumah kakak sepupuku.
" assalamu'alaikum"salam ku depan pintu rumah kakak ku yg terbuka.
" waalaikumsalam,eh kamu Sri, sini masuk Sri kebetulan kakak sedang membuat kue nih mau dicoba Sri" jawab kakakku sambil menyodorkan kue buatannya.
"wah kelihatannya enak nih" aku mengambil kue yang disodorkan kakakku.
" pasti enak lah" kakak ku dengan tersenyum.
" bagaimana? apa kamu sudah pikirkan tentang tawaran kakak untuk pergi ke kota"kakakku sambil memakan kuenya.
" anggaplah kamu liburan Sri,ya syukur syukur sih nanti Disana kamu bisa mendapatkan kerja"dia beranjak dari duduknya berjalan ke dapur.
" memang nya ada pekerjaan untuk lulusan SMP ka" aku berbicara sambil menyusul kakakku.
" ya pasti ada lah memangnya semua pekerjaan harus sarjana gitu"kakak ku berhenti dan berbalik berhadapan dengan ku,
sehingga aku pun dibuat terkejut dengan nya .
aku menunduk" ya aku kan tidak tau kak"
" kalau memang kamu mau , kakak berangkat 3 hari lagi" peringatnya.