Rei melajukan mobilnya menuju butik, sepertinya tidak ada harapan lagi baginya, dan mujizatpun sedang berlalu melewatinya. Dengan langkah berat, Rei memasuki butik yang di dalamnya sudah ada Maura dan Renata. Di sana Maura sedang mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik, namun jika di bandingkan dengan Claudia yang meski mengenakan gaun yang norak menurut orang-orang, tetap saja kecantikan Claudia tidak ada bandingannya di mata Rei. Sampai kapanpun, Claudialah yang tercantik dan segalanya bagi Rei. "Lihat Maura Rei, dia sangat cantik mengenakan gaunnya" puji Renata. "Ya" ucap Rei singkat, bahkan untuk melihat Maurapun ia sangat malas. "Yasudah, sekarang giliranmu" ucap Renata. Dengan cepat Rei mencoba setelah jas yang akan ia kenakan di hari pernikahannya. Bukan karena senang atas

