185. Pernikahan

2344 Kata

Dengan langkah pasti, Clarisa mendekati Rosa. Namun ia tak menghiraukannya, ia justru menuju ranjang Rosa dan menjatuhkan tubuhnya di sana. "Apa maumu? Kenapa kau memilih untuk berbagi kamar denganku?" tanya Rosa. "Apa mauku? Ya aku ingin tidur dengan nyenyak, makanya kau memilih untuk tidur di sini. Bayangkan jika aku harus tidur di kamar pembantu, sungguh tidak mungkin bukan? Dan, apa kau tega melihatku tidur di kamar pembantu?" tanya Clarisa, namun Rosa tak menjawabnya. "Kau tau Ros, meskipun kau singa betina yang tak ada bedanya dengan mamamu, tapi aku sangat merindukan hal ini. Setelah kakakku menikah, aku tidak memiliki teman untuk berbagi. Aku merindukan saat-saat bersama dengan kakakku, saat tidur bersama dan bercerita sampai kami tertidur pulas. Sampai akhirnya, aku tau kalau ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN