Aku terbangun dari tidurku sedangkan Rei masih terlelap. Segera aku meminta si mbok untuk belanja, aku sengaja meminta si mbok memasak hari ini. Akan ku pastikan membuat Rei tersedak saat makan. Semua hidangan sudah tersedia di meja makan, Clarisa turun menghampiriku. "Kak, tumben si mbok masak. Apa kakak ipar sudah memberikan uang belanja? Tapi dari mana dia mendapatkan uang?" dia mengutarakan isi hatinya yang heran melihat apa yang terjadi pagi ini. "Tidak. Aku hanya ingin sarapan di rumah ini dan membuat dia menjadi santapan tambahan" jawabku sambil mengepalkan tanganku. Clarisa bergidik ngeri mendengar apa yang baru saja aku lontarkan, seolah-olah aku sedang kerasukan setan. Tiba-tiba Rei muncul dan menghampiri kami, aku menatapnya seakan ingin menerkam dari mulai dia menuruni anak

