Aku duduk di tepi ranjang, mataku mencari-cari dimana keberadaan Rei tapi tidak ada. Hingga akhirnya, Rei muncul dari balik pintu. Rei mendekatiku, "Apa yang kamu lihat?" tanyanya selembut mungkin, atau mungkin dia sedang pura-pura lembut aku tidak tahu. "Apa yang ingin kamu katakan?" aku balik bertanya. "Apa yang kamu dengar?" lagi-lagi dia bertanya. "Apa yang ingin kamu jelaskan?" tak ada jawaban, kami hanya saling melemparkan pertanyaan. Sungguh aku bingung, apakah ini sedang main tebak-tebakan? Konyol. Aku duduk bersandar di ranjang dan mengambil novel untuk k****a, aku tak perduli seberapa lama dia akan membisu disampingku. 'Andai saja hidupku seperti di novel-novel, sangat romantis dan selalu di sanjung. Menjadi nyonya kaya dan dijaga seperti berlian, apalagi harus menjadi istr

