182. Mampukah?

2200 Kata

Rei menatap Claudia sendu, ada perasaan bersalah bahkan berdosa dalam hatinya. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia menggenggam erat tangan Claudia, lalu meraih lengannya dan menariknya ke dalam pelukannya. Tangis yang tertahan, menbuat d**a Rei semakin sesak. Bibirnya terasa keluh, tak mampu mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya. Rasa takut dan khawatir kini menggerogotinya, berharap tak menerima kata-kata yang tak ingin ia dengar dari Claudia. "Sepertinya kau baru saja melakukan kesalahan" ucap Claudia. "Bolehkah kita bicara di dalam?" tanya Rei. "Baiklah, jika kau melepaskan pelukanmu. Karena sangat sulit untukku berjalan jika masih dalam dekapanmu, dan aku juga tak ingin ada yang mendengar jika benar kau melakukan kesalahan" ucap Claudia. Pelan tapi pasti, Rei melepas pelukannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN