71. Hati dan bibir tak sejalan

1178 Kata

Aku melihat Rei sangat terpuruk, rasanya hatiku juga ikut merasakan sakit yang dia rasakan. Aku mendekati Rei yang duduk di tepi ranjang, aku duduk di sebelahnya. Aku tidak tau harus mengatakan apa pada Rei. Di satu sisi aku senang mereka berdebat, tapi di sisi lain hatiku terasa tersayat jika seorang ibu berkata seperti itu kepada anaknya sendiri. Aku juga tidak akan sanggup jika kata-kata itu di lontarkan ibuku padaku. "Rei, sebaiknya kau temui mamamu" Ucapku. "Untuk apa? Dia tidak menganggapku anak hanya karena masalah sepele, hanya karena uang Dia, karena uang. Bahkan aku merasa kalau bagi mama uang lebih berharga daripada aku" Ucap Rei, aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. "Pergilah, bukankah kau tidak ingin menjadi anak yang durhaka? Itukan yang selalu kau katakan padaku?" Kat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN