Menunggu jam berputar serasa menunggu tahun berganti, akhirnya pagi tiba juga yang membuat Renata merasa senang. Akhirnya pagi yang ia tunggu-tunggu telah tiba, ia akan bertemu dengan putri kesayangannya. Dengan cepat Renata bersiap-siap, tak ingin mengulur-ulur waktu lagi, lalu memesan taxi online. Tak membutuhkan waktu lama, Renata tiba di alamat yang Rosa kirimkan, yaitu rumah Budi, yang entah akan menjadi rumah Rosa juga atau tidak. Renata membulatkan mata tak percaya melihat rumah yang ada di depannya, sungguh di luar dugaannya. "Astaga, apa-apaan ini? Bagaimana mungkin putriku akan tinggal di rumah bak istana seperti ini? Apakah Budi jadi tukang kebun di sini? Atau mungkin, Budi adalah supir di rumah ini? Itu artinya, putriku akan menjadi pembantu di rumah ini. Budi benar-benar ke

