Rosa menggigit jarinya sebelum mengetuk pintu kamar Budi, ia tak bisa membayangkan apa yang akan ia terima di dalam sana. Tanpa sengaja ia melihat arlogi di tangannya, lalu ia terperanjat setelah menyadari kalau ia sudah telat dua belas menit dari waktu yang Budi tentukan. Tanpa pikir panjang lagi, ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu berharap Budi tidak marah. Tok.. Tok.. Tok.. Rosa menunggu satu menit, namun rasanya ia sedang menunggu satu jam. Tak melihat ada gerakan dari pintu setelah satu menit, dengan cepat Rosa membuka pintu. Betapa terkejutnya ia melihat isi kamar Budi, seolah ia sedang berada di istana yang super duper mewah. 'Benarkah ini kamar? Astaga, kenapa aku norak sekali? Kemana aku selama ini sampai-sampai belum pernah melihat pemandangan seperti ini? Rumah bak k

