169. Beda

1113 Kata

Dengan langkah yang berat, Rosa melangkahkan kakinya menuju dapur. Bukannya mengisi perutnya yang keroncongan, ia justru menangis, menangisi apa yang ia terima atas perbuatannya selama ini. 'Tolong sudah ya Tuhan, aku benar-benar tidak kuat, hiks..hiks. Kenapa engkau mempertemukanku kembali dengan orang-orang yang akan menghukumku? Kenap aku harus mendapatkan hukuman atas apa yang aku perbuat secara bersamaan? Tidak bisakah ada sedikit waktu untukku tersenyum sebelum engkau menghukumku kembali? Ini sangat berat Tuhan, aku sungguh tidak kuat, hiks..hiks.' batin Rosa menangis. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya. Mendekatinya secara perlahan, lalu menyentuh lengannya yang membuat dia terperanjat. "Ini aku, tidak perlu terkejut seperti itu" ucap Budi. "Sedang ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN