168. Tak percaya

2160 Kata

Kembali lagi Rosa memastikan penglihatannya, ia mengucek matanya tak percaya. Bagaimana mungkin ia bisa tinggal di rumah ini? Bagaimana mungkin dia bisa hidup di tempat ini setelah apa yang ia alami selama ini? "Ayo masuk! Atau mungkin kamu ingin tetap di luar?" ucap Budi yang membuyarkan lamunan Rosa. "Kita tinggal di sini?" tanya Rosa. "Tidak mungkin aku mengajakmu tinggal di rumah orang bukan? Atau mungkin kamu tidak mau tinggal serumah dengan aku? Kalau tidak mau, kau bisa tinggal di luar, atau mungkin di kolong jembatan" ucap Budi. "Hei, aku hanya bertanya. Tidak seharusnya kau berkata kasar begitu kepadaku, karena aku bertanya baik-baik kepadamu" ucap Rosa. "Terserah" Budi meninggalkan Rosa sendiri, lalu duduk di sofa. Rosa yang takut di luar, mengekori Budi masuk ke dalam rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN