167. Rumah baru

2071 Kata

Dengan tatapan sinis, Renata mendekati Budi yang masih tetap duduk di tempatnya. Namun lagi-lagi hal itu tidak membuat Budi takut, ia justru memberikan senyuman kepada Renata, membuat Renata semakin kesal. "Kau tau, sampai kapanpun aku tidak akan menganggapmu sebagai menantuku. Aku tidak sudi memiliki menantu sepertimu, manusia yang tidak jelas dari mana bibit, bebet, bobot nya. Aku tidak tau dari mana Rei menemukanmu, atau mungkin dia menemukanmu dari hutan. Dan apa yang kau katakan tadi? Kau akan membawa putriku pergi bersamamu? Enak saja kau mengatakan hal itu, dengan entengnya kau ingin membawa putriku ke rumahmu. Aku yakin, kau akan membawa putriku ke rumah yang sangat kecil, atau mungkin kau akan membawanya ke kontrakan petak. Aku tak bisa membayangkan kalau sampai putriku harus tin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN