Clarisa Pov Aku sungguh tak mengerti dengan cinta, cinta yang selama ini aku lihat dari orang-orang di sekitarku. Seperti halnya dengan kakakku, yang mencintai sampai rela menahan sakit yang teramat sakit. Jujur, bohong kalau kukatakan aku tak ingin merasakan cinta. Tapi aku takut, cinta yang datang padaku adalah cinta yang sama dengan kakakku. Cinta yang hanya menyisakan rasa sakit, tanpa adanya setitik kebahagian. Yah, aku tidak tau akankah ada kebahagiaan pada kakakku, tapi aku berdoa suatu saat nanti kakakku bisa merasakan kebahagiaan itu. Hanya saja, sampai saat ini, itulah yang kuketahui tentang cinta. Menurutku defenisi cinta adalah rasa sakit. Aku melangkahkan kakiku memasuki kampus, dan untuk kali ini, aku merasa sedikit nyaman karena tidak ada Rosa sang pengganggu di sekitarku.

