Claudia Pov Aku menunggu-nunggu kepulangan Clarisa, tidak biasanya dia belum pulang sampai jam segini dari kampus. Aku sedikit takut terjadi sesuatu padanya, aku tidak yakin kalau dia pergi dengan teman-temannya karena dari yang dia katakan, dia tidak pernah bergaul akrab dengan teman kampusnya. Saat aku ingin menghubungi Clarisa, Rei pulang dang menghampiriku yang sedang mondar-mandir di ruang tamu. "Sayang, ada apa? Kenapa kamu mondar-mandir seperti setrikaan gitu? Apa kamu sedang olahraga supaya nanti persalinannya lancar?" Tanya Rei yang membuatku mengernyitkan keningku. "Hei, setiap hari aku sudah berolahraga. Bahkan batinkupun sudah berolahraga setiap hari, supaya kebal menerima kenyataan hidup. Aku hanya menunggu Clarisa disini, sampai jam segini dia belum pulanh. Aku khawatir k

