Claudia Pov Aku dan Clarisa duduk di tepi ranjang Clarisa, aku melihat dia berbeda semenjak mendengar penuturan kakak Dion. Bahkan selama perjalanan pulang ke rumah, aku melihat pipi Clarisa memerah seperti kepiting rebus. Dari raut wajah Clarisa saat ini, sepertinya dia sedang kasmaran. Ingi rasanya aku menanyainya dan menggodanya lebih dalam, tapi kuurungkanniatku karena mengingat kalau Clarisa masih ingin fokus dengan kuliahnya. Jadi aku mencoba bersikap sewajarnya lalu menggodanya denggan godaandan kata-kata ringan. "Ciee.. Ada yang lagi berbunga-bunga" Godaku pada Clarisa sambil terkekeh. "Apaan sih kak" Ucap Clarisa, aku bisa melihat dengan jelas dari wajahnya kalau dia tersipu malu. "Ciee.. Ada yang cemburu. Cemburu melihat Dion gandeng wanita hamil yang taunya kakaknya sendiri,

