Maura Pov Aku duduk di sofa sambil menonton televisi, rasanya aku sangat bosan seharian di rumah saja. Aku siap-siap hendak pergi keluar untuk mencari angin, tapi langkahku ketika mendengar bunyi bel rumahku. Awalnya aku takut untuk membuka pintu, karena sebelumnya tidak ada yang datang bertamu malam-malam begini, kecuali Rei saat kami pacaran dulu. Aku menimbang-nimbang untuk membuka pintu atau tidak, dan kuputuskan untuk membuka pintu. Dengan sedikit keberanian dan banyaknya rasa takut, ku tarik gagang pintu, aku melihat sesosok pria yang tak asing bagiku. "Rei?" ya itu adalah Rei. Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang membawa dia kemari. Tak lama dia mengutarakan maksud kedatangannya, seperti ingin lamaran saja mengutarakan maksud kedatangan, hehe. Aku terbelalak mendengar ucapan

