Aku melajukan mobilku, pergi tanpa arah dan tujuan. Aku masih menimbang-nimbang pemikiranku yang tadi sebelum aku meninggalkan rumah mama. Haruskan aku kesana? Haruskan aku meminjam uang padanya? Tapi tadi? Entah angin apa yang membawaku, tiba-tiba aku sudah berada di depan sebuah rumah. Rumah yang sudah lama tak kudatangi, tapi aku masih hafal dengan semuanya. Kuberanikan diriku untuk turun dari mobilku. Aku sudah tiba disini, tidak ada salahnya kalau aku mampir. Aku berjalan menuju pintu rumah yang mengisahkan bahnya kenangan untukku, rumah yang selama ini kudatangi sebelum aku memiliki Claudia. Dengan sedikit gementar, aku menekal bel. Ting tong.. Aku menunggu sejenak, apakah ada orang atau tidak di rumah itu, tapi pintu tak kunjung dibuka. Aku berniat untuk pergi lagi, tapi seketik

