Dion melajukan mobilnya menuju mall, dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, ia selalu melirik-lirik Clarisa. "Cobalah untuk fokus atau kita akan terjun bebas di tikungan depan" ucap Clarisa yang sadar tepah di perhatikan Dion. "Siap tuan putri" jawab Dion sambil terkekeh. "Kenapa tidak menikah saja si non? Menurut mbok, non dan adennya cucok meong. Yang satu cantik, yang satunya lagi tampan. Yang satunya suka marah, yang satunya lagi bisa ngademin. Jadi bisa saling melengkapi, hehe" ucap si mbok, membuat Dion terkekeh. "Benar mbok, kami cocok kan? Apa tadi mbok bilang? Cucok meong ya? Nah, kita sangat serasi kan mbok, saling melengkapi satu sama lain. Hanya saja, pelengkapku masih tagu untuk melengkapi mbok, makanya aku sedikit merasa gimana ya, merasa sedih mbok" ucap Dion. "Ya

