Clarisa menuruni anak tangga dengan senyum yang merekah di bibirnya, membuat Rei dan Claudia yang sudah menunggunya di meha makan tampak bingung. "Ada apa denganmu? Apa kau salah minum obat?" tanya Claudia. "Memangnya ada apa denganku?" bukanmya menjawab, Clarisa justru malah balik bertanya, tak mengerti dengan apa yang Claudia katakan. "Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti orang gila begitu?" tanya Claudia. "Memangnya kalau senyum itu orang gila? Bukankah sudah di katakan, sambutlah pagimu dengan senyum yang merekah di bibirmu, supaya hari-harimu menyenangkan dan tak ada kesialan" jawab Clarisa santai. "Yasudah, aku pergi dulu ya kak" lanjut Clarisa. "Apa kau tidak sarapan dulu?" tanya Claudia. "Tidak kak, nanti di kampus saja" jawa Clarisa. "Semenjak ada Dion, kau semakin beru

