Rosa berjalan seolah tidak memiliki arah dan tujuan, ia memesan taxi online untuk mengantarnya pulang. Di perjalanan, ia mampir di sebuah apotek untuk membeli test pack. Betapa hancur hatinya membayangkan jika apa yang di tuduhkan teman-temannya benar, di tambah lagi, tak pernah terpikirkan olehnya untuk memakai kontrasepsi. Dengan langkah gontai dan di barengi dengan rasa pusing dan mual, Rosa berjalan menuju kamarnya. Air mata mulai membasahi pipi, dengan penuh keberanian, ia mencoba memakai test packnya. Tak mampu Rosa membuka mata untuk melihat hasilnya, kembali lagi ia terisak membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Ia kembali lagi mengumpulkan keberaniannya, dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat apa yang ada di telapak tangannya. Tak bisa lagi kaki Rosa menopang

