Rosa merebahkan tubuhnya di ranjang, ada sedikit kelegaan di hatinya karena mendapat kepercayaan dari dua sahabatnya yang sangat kepo itu. Rosa juga mulai merasa aneh, apakah mereka benar sahabatnya atau bukan. Yang Rosa tau, sahabat adalah orang yang akan selalu ada buat kita saat susah maupun senang. Namun berbeda dengan sahabatnya, ia justru merasa kalau sahabatnya bahagia di atas penderitaannya, bahkan seolah-olah mencari kesalahannya untuk tujuan yang tidak ia ketahui. Rosa kembali menghubungi Anton, namun sampai saat ini, ia tidak pernah mendapat jawaban. Kegelisahan semakin menghampiri dirinya, ketakutan semakin menguasai dirinya. Entah apa yang harus dia perbuat jika Anton tidak bertanggung jawab atas janin yang ia kandung. Tok.. Tok.. Tok.. Rosa terperanjat mendengar ketukan

