148. Berbagi

1316 Kata

Clarisa dan Rei duduk di sofa, saling pandang satu sama lain sebelum kembali melihat Renata dan Rosa. Tak lama, Clarisa muncul membuat Renata dan Rosa semakin kesal. Yang tadinya mereka fikir hanya akan menghadapi Claudia, namun harus menghadapi wanita yang menurut mereka sulit untuk di kalahkan itu. Dengan tenang, Clarisa duduk di sebelah Claudia, lalu menatap tajam Rosa dan Renata. Melihat itu, Renata semakin kesal, namun Rosa mencoba untuk tetap tenang. "Ada apa ma?" tanya Rei to the point. "Kenapa harus bertanya ada apa? Memangnya mama tidak bisa datang ke rumah kamu? Setiap kali mama datang ke rumah ini, selalu di lempar dengan pertanyaan ada apa. Apa begini kata sambutan dari seorang anak kepada orangtuanya sendiri? Tidak ada kata yang tepat untuk si anak, kecuali kata durhaka" uc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN