Claudia Pov Aku terbangun dari tidurku, aku melihat Rosa masih tertidur pulis di kursi di sebelah tempat tidurku. Aku mencari-cari sosok Rei, tapi aku tidak menemukannya. Seketika aku mendengar pintu terbuka, dengan cepat aku memejamkan mataku kembali, takut-takut itu adalah Rei. Aku merasa ada yang menyentuh kepalaku, ingin rasanya aku membuka mataku, tapi aku masih ingin menunggu sampai orang itu berbicara. Sampai akhirnya aku mendengar seseorang berbisik di telingaku. "Sayang, aku minta maaf" bisiknya. Suara itu terdengar parau, sepertinya dia sedang menangis. ""Andai kau tau" lanjutnya. 'Lagi-lagi itu yang kau ucapkan, aku sudah muak dengan semua ucapanmu. Sudah cukup kau menyakitiku dan juga si lampir tua itu beserta adikmu, aku tidak ingin merasakan sakit yang lebih dalam lagi' b

