64. Si lampir tua

1107 Kata

Aku menunggu-nunggu orang yang ada di depan pintu, membuatku penasaran karena tak kunjung masuk juga. Betapa kesalnya aku melihat siapa yang datang, orang yang tak kuharapkan untuk datang. Aku yakin dia sama seperti Maura, datang bukan untuk menjengukku tapi malah membuatku semakin parah. "Bagaimana keadaan Claudia?" tanya si lampir tua itu, bukan bertanya padaku tapi malah bertanya pada Rei. Sebenarnya yang sakit aku atau Rei? Tapi tak apalah, setidaknya aku tidak perlu berbicara dengan lampir tua ini. Melihat wajahnya saja aku sudah muak. "Baik" ucap Rei singkat yang membuatku terbelalak, begitu juga dengan Clarisa. 'Ada apa dengan mereka, tidak biasanya Rei bersikap begitu pada lampir tua ini. Atau jangan-jangan mereka sedang bertengkar? Tapi baguslah, supaya mereka tidak bisa mengha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN